Rabu, 23 Juli 2008
Ya Allah
Minggu, 06 Juli 2008
Sirah Nabi Isa a.s.
Kehamilan Maryam tanpa sentuhan seorang laki-laki
16. Dan ceritakanlah (kisah) Maryam dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,
17. maka ia mangadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami901) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk ) manusia yang sempurna.
18. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”,
19. Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.
20. Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”
21. Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu mudah bagi-Ku: dan agar dapat Kami manjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu suatu urusan yang sudah pasti”.
22. maka Maryam mangandungya, lalu ia menyisihkan diri dengan kansungannya itu kedalam tempat yang jauh.
Kelahiran Nabi Isa a.s.
23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma. Dia berkata: “Aduhai, kiranya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.”
24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak untukmu,
26. maka makan, minum dan bersenag hatilah. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untu Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.
Tuduhan terhadap Maryam dan pembelaan Nabi Isa a.s. kepada ibunya.
27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongya. kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu talah melakukan perbuatan yang keji.
28. Hai saudara perempuan Harun901), ayahmu sekali-kali bukanlah seorang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”.
29. Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak enjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
33. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.
34. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantah tentang kebenarannya.
35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia menetapkan sesuatau, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.
36. sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.
Pertentangan pendapat tentang Isa a.s.
37. Maka berselisihlah golonga-golongan (yang ada) di antara mereka903). Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir oada waktu menyaksikan hari yang besar.
38. Alangkah terangnya pendengaran mereka pada hari mereka dating kepada Kami. tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.
39. dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan. Dan mereka dalam kelalaian dan tidak (pula) beriman.
40. Sesungguhnya Kami mewarisi bumi904) dan semua orang-orang yang ada diatasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.
901) Maksudnya : Jibril a.s.
902) Maryam dipanggil “saudara perempuan Harun”, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s.
903) Yaitu: orang-orang Yahudi dan Nasrani atau antara sesama Yahudi atau sesama Nasrani.
904) “Mewarisi bumi” maskdunya: setelah alam semesta ini hancur semuanya, maka Allah-lah yang Berkuasa dan Kekal.
AL Qur’an Surat Maryam (16 – 40)
Abu-abu
Apa yang dicita tak datang dengan begitu saja.
Ikhitar, tawakal berusaha membuahkan keberhasilan akan cita-cita.
Setiap usaha kan membuahkan hasil, namun terkadang hal itu terpungkiri.
Adakala tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Menjadi kecewa, menggerutu dan lupa untuk bersyukur karenanya.
Padahal bisa jadi itu adalah yang terbaik bagi diri.
Diberikan kemampuan untuk berusaha dan ikhtiar adalah rahmat yang besar. Bisa dibayangkan jika mencitakan sesuatu tetapi tidak ada usaha untuk mewujudkan cita-cita itu, mengharap turun dari langit secara tiba-tiba.
Tidaklah ingat bahwa Allah tidak menurunkan hujan emas dari langit, jadi segera bangun, bekerja dan berusahalah!
Yakinlah, apa yang diupayakan maka Allah pasti akan memberikan jalan, petunjuk maupun balasan atas pikiran, tenaga, keringat dan setiap apa saja yang diusahakan. Yang semuanya itu ditujukan untuk mengharap keridhoan-Nya.
Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha makhluk-Nya untuk mencari ridho-Nya.
Semoga dapat termasuk kedalam golongan yang.. Allah ridho kepada mereka dan mereka ridho kepada Allah.
Tetap semangat, untuk berusaha dijalan Allah.
Jumat, 04 Juli 2008
Hmm...
- Bukankan Kami telah melapangkan untukmu dadamu
- dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu,
- yang memberatkan punggungmu,
- dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
- sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
- Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
- Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu ibadah), kerjakanlah denan sungguh-sungguh (ibadah) yang lain,
- dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap
- Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan
- dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
- maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Tobat.
Rabu, 02 Juli 2008
Untukmu, kini bukan bayangan lagi
Syahdu haru penuh dengan syukur yang dirasakan dimajelis itu.
Kebahadiaan yang terasa dalam hati yang tak mampu untuk digambarkan.
Ia diam, dalam hati meyakinkan dalam diam itu terucap syukur yang tak terhingga atas rahmat hari itu.
Terlihat sesekali air mata bening mengalir tak terbendung, air mata kesyukuran yang bersumber dari hati.
ketika doa dipanjatkan, syair dilantunkan air mata membanjiri kedua mata, air mata syukur atas rahmat Allah.
Ketika bertemu sepatah kata mampu keluar, terasa diri dan hati ini hanyut dalam lautan syukurmu.
Engkau sabar dalam ikhtiarmu.
Engkau memberikan pelajaran yang berharga.
Rindu bersama mendengar kisah perjuangannya.