Minggu, 06 Juli 2008

Sirah Nabi Isa a.s.

Kehamilan Maryam tanpa sentuhan seorang laki-laki
16. Dan ceritakanlah (kisah) Maryam dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,
17. maka ia mangadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami901) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk ) manusia yang sempurna.
18. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”,
19. Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.
20. Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”
21. Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu mudah bagi-Ku: dan agar dapat Kami manjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu suatu urusan yang sudah pasti”.
22. maka Maryam mangandungya, lalu ia menyisihkan diri dengan kansungannya itu kedalam tempat yang jauh.


Kelahiran Nabi Isa a.s.
23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma. Dia berkata: “Aduhai, kiranya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.”
24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak untukmu,
26. maka makan, minum dan bersenag hatilah. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untu Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.

Tuduhan terhadap Maryam dan pembelaan Nabi Isa a.s. kepada ibunya.
27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongya. kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu talah melakukan perbuatan yang keji.
28. Hai saudara perempuan Harun901), ayahmu sekali-kali bukanlah seorang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”.
29. Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak enjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
33. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.
34. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantah tentang kebenarannya.
35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia menetapkan sesuatau, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.
36. sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.


Pertentangan pendapat tentang Isa a.s.
37. Maka berselisihlah golonga-golongan (yang ada) di antara mereka903). Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir oada waktu menyaksikan hari yang besar.
38. Alangkah terangnya pendengaran mereka pada hari mereka dating kepada Kami. tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.
39. dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan. Dan mereka dalam kelalaian dan tidak (pula) beriman.
40. Sesungguhnya Kami mewarisi bumi904) dan semua orang-orang yang ada diatasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.

901) Maksudnya : Jibril a.s.
902) Maryam dipanggil “saudara perempuan Harun”, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s.
903) Yaitu: orang-orang Yahudi dan Nasrani atau antara sesama Yahudi atau sesama Nasrani.

904) “Mewarisi bumi” maskdunya: setelah alam semesta ini hancur semuanya, maka Allah-lah yang Berkuasa dan Kekal.


AL Qur’an Surat Maryam (16 – 40)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri komentar.