Rabu, 02 Juli 2008

Untukmu, kini bukan bayangan lagi

Syahdu haru penuh dengan syukur yang dirasakan dimajelis itu.

Kebahadiaan yang terasa dalam hati yang tak mampu untuk digambarkan.

Ia diam, dalam hati meyakinkan dalam diam itu terucap syukur yang tak terhingga atas rahmat hari itu.

Terlihat sesekali air mata bening mengalir tak terbendung, air mata kesyukuran yang bersumber dari hati.

ketika doa dipanjatkan, syair dilantunkan air mata membanjiri kedua mata, air mata syukur atas rahmat Allah.

Ketika bertemu sepatah kata mampu keluar, terasa diri dan hati ini hanyut dalam lautan syukurmu.

Engkau sabar dalam ikhtiarmu.

Engkau memberikan pelajaran yang berharga.

Rindu bersama mendengar kisah perjuangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri komentar.